VIVAlog

Minggu, 12 April 2009

Bukan Tujuan

Dari Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah SAW memegang kedua pundak saya seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara,” Kemudian Ibnu Umar berkata: “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.“ (HR. Bukhori).

Ketika saya membaca hadist di atas, saya berpikir mengapa Rasulullah SAW menyuruh kita untuk hidup laksana pengembara? Bagaimanakah seseorang harus menjalani hidupnya sebagai pengembara di dunia ini?

Seorang pengembara adalah orang yang selalu berjalan. Tak memiliki tempat tinggal yang tetap. Penyebab seseorang menjadi pengembara bisa jadi karena dia ingin menemukan tempat hidupnya yang lain, yang lebih baik bagi hidupnya itu. Dia akan terus mengembara hingga menemukan tempat yang diimpi-impikannya. Oleh karena itu, bekal yang memadai sangatlah perlu agar dia bisa menempuh perjalanannya menuju tempat impiannya itu. Persiapan yang matang harus dimilikinya agar tidak tersesat dari tujuannya. Selain itu, seorang pengembara juga harus tahu pasti tempat apa yang ditujunya, harus memiliki tuntunan yang bisa mengarahkannya.

Hadist di atas telah memberi arti yang cukup dalam tentang arti kehidupan dunia ini. Hidup di dunia bukanlah sebuah tujuan. Tapi dia adalah sebuah perjalanan. Perjalanan menuju sebuah tempat yang lebih baik. Dan untuk sampai ke sana kita benar-benar harus memiliki tuntunan agar tidak salah jalan dan kita tahu pasti tempat apa yang kita tuju. Sebuah tempat yang paling indah yang keindahannya belum pernah kita rasakan, belum pernah terbayangkan sekali pun.

Ya, ternyata hidup di dunia memang sebuah pengembaraan. Saya berharap semoga jiwa yang lemah ini bisa menemukan tujuan yang diimpi-impikan itu. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa saya dan menghimpun saya dalam golongan yang diberi-Nya nikmat. Amin.

Kompasiana

Random Post